Siap-siap pindah rumah…
No no no…
Gw masih tinggal di Galaxy kok. Cuma beberapa hari terakhir ini gw lagi ribet ngubek2 wordpress buat bikin blog baru. Rencananya kalo udah selesai direnovasi, gw pindah alamat blog yah…
Pasti diundang kok launching nya…
Hehehe….
Hobi baru dan Plagiatisme
Akhir-akhir ini gw punya hobi baru. Bukan nyari tempat aerobic, atau ganti-ganti layout profil FS lagi. Sekarang gw lagi suka buka blog gw karena ada yang baru di sana. Sejak gw pake widget FEEDJIT di blog gw, akan keliatan pengunjung (gw ga menggunakan kata ‘pembaca’ karena mereka belum tentu menbaca) blog gw berasal dari mana aja dan dari mana sampai mereka bisa tiba di blog gw. Di hari pertama gw udah punya pengunjung dari eropa, oslo dan amerika. Kalo amerika sih gw bisa nebak, paling si Tante itu (hihihi….). Tapi Oslo??
Trus gw juga bisa liat mereka nyampe di ladang dandelion ini via mana. Ada yang langsung tiba (mungkin udah nyimpen address gw di ‘Favorite’), ada juga yang via ‘RUMA METMET’ yang beken itu, ada yang via blognya HKBP - yang bahkan gw tau blog ini exist dari FEEDJIT juga, dan ujug-ujug ada blog gw di blogrollnya- dan yang menakjubkan, banyak yang tiba via google search engine, dan tag yang dipake agak-agak lucu. Ada yang nyari pake kata ’sex bebas’, ‘cewek sexy di friendster’ (?), ‘musim tumbuh dandelion’, ‘iklan sabun lux’, macem-macem deh.
Karena gw bisa ngeliat halaman yang mereka buka yang memuat blog gw, sampailah gw pada blog ini. Hm… deskripsi blog ini dia copy-paste dengan merubah kata ganti orang pertama menjadi orang ketiga, dan dia dapat komentar pujian dari orang lain krn kalimat itu. Gw ga marah sih, malah sedikit senang bisa sedikit menginspirasi orang lain.
Tapi di sisi lain, blog adalah suatu karya cipta. Otentik dan orisinil kalo kata yang punya RUMA METMET. Kalaupun mau mengutip atau meng-copy plek-plek punya orang, mbok ya ditulis asal muasalnya. Gw juga beberapa kali meletakkan tulisan orang lain di blog gw, dan (kecuali gw khilaf) gw selalu menyebutkan sumbernya.
Anyway, seru juga lho ngeliat traffic di depan ladang tercinta kita ini.
Do You Care?
Klik gambar di bawah ini…
Kejadian ‘kapan lewatnya’
Kemaren gw 2 kali mengalami kejadian ‘kapan lewatnya’. Gak pernah denger ya? Ya iyalah…emang baru gw ciptain.. hehehe…
Pertama di kolam renang. Hari selasa kemarin gw berenang ma Ao and friends. Nita si Ms. Pulsa bawa sepupunya yang masih pitik-pitik 3 orang. Nah, waktu udah sore anak-anak itu udah selesai mandi, mereka ngikutin gw ke tempat duduk. Gw suruh mereka duduk di kursi. Trus gw ambil baju buat mandi. Gw jalan ke kamar mandi. Nyampe di kamar mandi…
DOOEEEENGGG!!!!!
salah satu dari anak pitik itu udah di depan kamar mandi. Lha, kapan lewatnya????
Malamnya kejadian kedua. Gw berhenti di warung Bu Teguh ma Ao buat beli rokok. Waktu Ao keluar dari warung, ada 2 anak cewek, kira-kira kelas 3-4 esde masuk ke warung yang sama. Cantik-cantik, pake celana pendek pink yang lucu. Kayak ABG banget gayanya. Waktu motornya Ao muter, gw liat 2 anak itu udah di warung depannya lagi. Busyeeet… kapan lewatnya tuh bocah? Padahal daris stadi gw ma Ao di depan pintu warung…
Et dah…
Let’s Go Veggie…!!!
Tadi malam gw dikejutkan dengan jarum timbangan di kamar Soja (anaknya Tulang gw yang di Tangerang) yang menyentuh garis-garis kecil di antara angka 59 dan 60. Panik adalah hal pertama yang menyerang gw. Siaaallll… Gw gak pernah seberat ini!! Berikutnya yang berkelebat di kepala adalah rumusan-rumusan diet instan. Tidak makan malam, tidak makan daging, ngurangin gula, beli susu WRP, tidak sarapan… Yang ini langsung gw tepis. Ga boleh, nanti gw sakit. nanti gw diamuk massa lagi. Hahaha… Lebay… Mungkin gw bisa mengurangi sarapan dengan lontong sayur padang yang full of santan itu..
Malam itu gw beneran gak makan. Sampai di rumah juga habis mandi gw langsung tidur lapar-lapar.
Pagi ini gw sarapan nasi setengah piring dengan….. saksang! Hahaha… Karena cuma itu yang baru sempat dipanasin…
Nyampe di kantor, iseng gw blogwalking. Nyampe di blognya Dewi Lestari, lagi-lagi pembahasannya tentang kondisi bumi yang sedang kritis. Dan salah-satu pembahasannya adalah gaya hidup vegetarian yang menyumbang perbaikan pada bumi. Hm… kebetulan banget kan? Gw pengen kurus dan pengen menyelamatkan ibu bumi. Walau mungkin ga bisa sama sekali ga makan daging (naluri batak!!!!), gw pengen mencoba pola hidup vegetarian.
Sekarang tinggal mencari tahu bagaimana menjadi vegetarian yang sehat….
Gw googling dulu yah…

Mi Ayam Lampiri
Lokasi : Lampiri Jakarta Timur
Harga: Mulai 6.000-an
Rating : ****
Hi.. gw lagi pengen ngomongin masalah-masalah ringan aja nih. Gw baru bikin kategori tulisan baru nih. Model-model wisata kuliner gitu deh. Walaupun gak wisata-wisata banget sih. Tentang makanan-makanan yang pernah gw makan. Enak maupun nyesel. Hahaha…
Oke buat yang pertama adalah Mi Ayam Lampiri. Namanya sebenernya bukan itu. Pak apaa gitu namanya. Letaknya kira-kira 50m dari pertigaan lampiri. Adanya di sebelah kanan jalan, liat aja yang depannya banyak kelapa muda. Karena es kelapa mudanya juga lumayan beken.
Di sana ada baso dan mi ayam. Gw selalu mesen mi ayam. Pake baso kalo lagi ditraktir atau ga pake kalo lagi bayar sendiri. Dan gw lebih suka tanpa kuah dan pake sedikit kecap. Hm… maknyuuusss… Harganya berkisar 6.000 sampe 9.000 tergantung kekuatan perut kita. Udah lama gw gak ke sana. Dulu gw sering ke sana dengan Farah, Mbak Ai dan Juan. Cuma sejak Juan gak di sini lagi gw gak pernah ke sana lagi.
Bumi Sekarang Ini
Pemanasan global. Global warming.
Itu yang digembar-gemborkan semua orang. Sampe tahun lalu gw menghadiri
Natal yang bertema Global warming.
Mungkin ga ada di antara kita yang ga pernah denger tentang Global Warming. Tapi intinya, apa kita ngerti? Apa kita peduli?
Beberapa waktu yang lalu gw baca blognya Dewi “dee’ Lestari, penulis yang aktif dalam forum-forum tentang lingkungan.. Dan gw serem aja dengan hal-hal yang dia tuliskan.
Apa sih yang sebenernya terjadi pada bumi kita ini?
Nyaris semua fakta sains menyatakan bahwa bumi telah berulang kali mengalami zaman panas dan periode dingin. Kayak siklus aja.
Zaman es terakhir yang dialami bumi sekitar 10.000 tahun yang lalu. Setelah itu secara pelahan-lahan bumi kembali memasuki ‘periode panas’. Dan hari ini adalah masa terpanas yang pernah dialami oleh si Ibu bumi kita ini.
‘…fenomena superstorm terjadi karena salinitas (kadar keasinan) air laut yang terus menurun akibat gelontoran air tawar yang berasal dari cairnya es kutub. Salinitas air laut sesungguhnya berperan esensial dalam regulasi arus laut dunia. Kombinasi kompleks antara air asin dan air tawarlah yang menciptakan arus Atlantik Utara atau North Atlantic Current (NAC). Ketika es di Kutub Utara mencair, maka jumlah air tawar yang tak terperi banyaknya itu akan mengganggu keseimbangan kombinasi air asin dan air tawar di perairan laut dunia. Dan ketika NAC berhenti mengarus karena rendahnya salinitas air laut, maka udara beku dari Arktik terloloskan dan bertubrukan dengan udara hangat dari Selatan. Tubrukan inilah yang akan mengakibatkan sebuah badai mahadahsyat, dan berakhir dengan zaman es baru.’
‘…tepatnya bulan Februari 2008 ini, dunia dikejutkan oleh runtuhnya bongkahan es Wilkins di Arktik seluas sepertiga kota Jakarta. Dan es sebesar ini tidaklah patah, melainkan hancur berkeping-keping, mengindikasikan adanya deposit gas metana yang ikut meledak keluar. Ini memunculkan skenario yang lebih fatal lagi, karena dengan demikian meluruhnya es di Arktik dapat disertai ledakan mahadestruktif. Terlepasnya gas metana dalam jumlah besar ini akan memanggang Bumi dan ikut mempercepat cairnya es di Kutub Selatan. Demikianlah serangkaian mata rantai kehancuran yang saling kait-mengait.’
Dan menurut ketua IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), Rajendra K. Pachauri, mengatakan bahwa dua atau tiga tahun ke depan ini menjadi penentu masa depan Bumi yang paling kritis.
Pernah ga sih kita serius mikirin ini?
Kita teriak2 protes karena harga BBM naik, tapi kita pernah mikir gak kalo minyak bumi itu sember daya yang ga bisa diperbaharui, cepat atau lambat persediaannya makin menipis, dan harganya pasti makin mahal.
Kita demo, ngedumel krn harga BBM naik, tapi udah sejauh mana kita menghemat energi? Pernah ga kita serius menaggapi anjuran untuk mencabut kabel semua alat elekronik dari colokan listriknya kalo lagi ga dipake?
Kita ngeluh karena udara panas banget, tapi kita sadar ga kalo kita punya andil buat itu semua. Kita boros pemakaian kertas, yang bikin hutan-hutan dunia dibabat sampai gundul, pemakaian alat-alat yang mengandung CFC yang banyak di sekitar kita juga menyumbang kerusakan ozon.
Sejauh mana kita peduli sama beban tanah kita yang harus mengurai sampah-sampah kita yang berton-ton dalam sehari? Apa kita masih suka semua hal yang praktis, tanpa mikirin kemana perginya sampah-sampah itu nantinya? Semua yang dikemas satuan, styrofoam buat bungkus makanan, limbah-limbah rumah tangga yang beracun.
Kita sadar gak sih kalo pulau Jawa itu permukaannya sudah sedikit menurun akibat exploitasi air tanah gila-gilaan?
Banyak banget yang sedang terjadi di bumi kita.
Pikirin deh…
Dan bertindaklah…
Luna Si Gadis Biasa
Udah lama gw pengen ngomong tentang ini. Tapi karena satu dan seribu hal, akhirnya lupa. Tapi tiap kali iklan menjengkelkan itu nongol lagi di tivi, berkobarlah semangat gw.
Tau kan iklan Lux Magic Spell yang ungu?
Tentang Luna si gadis biasa, lincah, alami, rambut lurus (iya ga sih?), pake baju panjang, tertutup. Trus dia menemukan batu berwarna ungu yang ternyata sebuah sabun. Setelah si Luna mandi pake itu sabun, penampilannya berubah. Dandanan menor, rambut keriting sexy, baju dengan dada yang super rendah, rok mini, dan jalan dengan pantat lenggak lenggok. Bikin semua pria ngeliatin, dan bikin seorang kakek (hampir) kena serangan jantung.
Edan ya. Sekarang ini image perempuan cantik yang bisa menarik perhatian lawan jenis ternyata ya kayak gitu. Apa kabar inner beauty?
Gw ga anti dandan, gw juga pake make up kok, gw ga anti rambut ikal, rambut gw juga keriting sexy, gw ga anti rok mini, gw punya kok, Cuma ga pernah gw pake lagi. Pernah di-complain ma Ao. Gw setuju banget cewek tuh harus wajib jaga tubuh, jaga penampilan, ga asal-asalan. Tapi ga berarti gadis biasa Luna before pasti ga bisa lebih menarik daripada Luna after.
Bukannya cewek pakai blus tertutup, lengan panjang, pakai rok sedengkul, pakai kaca mata, high heels, minum kopi, menghadap laptop, terlihat cerdas, malah lebih sexy ya?
Banyak kok produk-produk yang mengangkat image wanita cantik itu adalah wanita putih, langsing, mulus, cantik, bla bla.. Tapi kayaknya lux magic spell ini agak berlebihan ga sih?
Luna sesudah make sabun itu menurut gw malah kayak cewek-cewek yang di pinggir jalan, yang lagi nunggu om-om!
Laki-laki keladi
Bang Rudi : "Saut pernah komplen ga masalah penampilan loe?"
Gw : "Ya cuma yang itu bang. Dia ga suka klo baju gw agak rendah lehernya."
Bang Rudi : "Berarti semua cowok itu sama ya…"
Gw : "Iya. Egois. Suka ngeliat cewek sexy, tapi ga mau ceweknya keliatan sexy trus diliatin orang…"
Ada sanggahan kaum adam??
Hidup akhir-akhir ini
Beberapa hari terakhir ini gw banyak (yah gak banyak-banyak amat sih) berfikir tentang hidup. Kehidupan. Hidup gw dan orang-orang di sekitar gw.
Gw sekarang sedang dalam tahap perencanaan pernikahan. Dengan orang yang gw kasihi. Dengan orang yang gw pilih sendiri. Sejauh ini masalah terbesar di hati gw adalah gw gak bisa masak.
Gw punya teman, juga dalam masa perencanaan pernikahan. Tapi dengan WNA Belanda. Dan dia harus belajar bahasa belanda. Dan HARUS LULUS ujian di 2 negara. Kalo gak mereka gak bisa tinggal bersama di Belanda.
Gw juga punya teman, belum memasuki masa perencanaan pernikahan. Tapi dia sudah menemukan seseorang yang sangat tepat di mata dan di hatinya. Ada banyak hal yang menghalangi mereka untuk dapat bersama. Dan dia harus berjuang keras dan (hampir) mengorbankan banyak hal untuk mengikuti kata hatinya.
Gw punya teman yang lain lagi. Sama sekali belum menemukan belahan jiwa. Dan itu bukan pergumulan yang gampang bagi wanita batak yang mulai berumur.
Gw kenal seseorang. Dijodohkan dengan seorang pria, lalu mereka menikah. Semua lancar, dana pesta, restu orang tua, semua tidak masalah. Tapi pernikahannya hanya berlangsung 10 hari. Dan kedua keluarga yang tadinya kenal baik, sekarang gak ngomongan.
Ada yang begitu membutuhkan restu, ga ada masalah dengan materi. Ada yang sudah sangat direstui tapi bermasalah di dalam pernikahan itu sendiri. Ga adil juga kalo kita bilang pergumulan kita lebih berat dari orang lain. Kalo emang kita mau mikirin ini sebentar, ternyata banyak hal yang bisa kita syukurin.