Filed under: Cerita Jiwaku
Dibangunkan oleh sejuk udara pagi
Tanpa harus terburu-buru menjerang air untuk mandi
Tanpa harus berhadapan kemacetan dan polusi
Aku sedang ingin,
Berlama-lama di pembaringan
Menikmati ucapan selamat pagi
dari ranting di luar jendela
dari awan putih yang berarak tenang di langit
dari tetesan air bekas hujan semalam
Aku sedang ingin,
Berbaring santai merasakan
Sinar mentari yang memaksa menerobos jendela kamar
Lambaian daun pohon jarak di seberang jalan
Kicauan ramai burung-burung kecil di dahannya
Aku sedang ingin,
Beranjak dari tempat tidur
Menjejakkan kaki di lantai kayu yang sejuk
Duduk di depan jendela putih
Menikmati segelas susu cokelat panas
Dikecup hangat oleh kekasih
Berangkulan memandang riak halus
Permukaan danau di kaki bukit
Aku sedang ingin,
Melewati siang dan senja dalam peluknya
Menikmati siaran televisi
Atau mendengar lagu-lagu cinta
Berdua
Aku sedang ingin,
Berbagi canda dan tawa
Berbagi dekap dan kecup
Berharap hari tak berakhir
Aku sedang ingin,
Membaca cerita
Menulis puisi cinta
Mengenang tiap detik dalam kata
Aku sedang ingin,
Mengagumi senyumnya di malam hari
Bermandikan cahaya bulan
Bermain dengan kerlip bintang
Hingga lembut kecupnya
Menghantarku ke alam mimpi

